Sistem Pengetahuan Ekologis Lokal (Local Ecological Knowledge) pada Nelayan Tradisional
Abstract
Pengetahuan Ekologis Lokal (Local Ecological Knowledge/LEK) merupakan sistem pengetahuan yang lahir dari interaksi panjang masyarakat pesisir dengan lingkungan laut. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran, dinamika, serta peluang integrasi LEK dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan konservasi pesisir. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis tematik, penelitian ini menelaah berbagai publikasi 10 tahun terakhir yang membahas LEK pada komunitas nelayan tradisional. Hasil kajian menunjukkan bahwa LEK berperan penting dalam memahami perilaku ikan, pola arus, perubahan cuaca, dan karakteristik habitat, sehingga menjadi dasar bagi strategi adaptif nelayan dalam aktivitas penangkapan. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya kesenjangan integrasi antara LEK dan sains modern akibat bias epistemologis, minimnya dokumentasi sistematis, dan terbatasnya ruang partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Peluang integrasi dapat diperkuat melalui knowledge co-production, pengembangan kebijakan berbasis komunitas, dokumentasi jangka panjang, dan kolaborasi dalam adaptasi perubahan iklim. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan LEK tidak hanya mendukung keberlanjutan ekologis, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nelayan tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mengarusutamakan LEK dalam penelitian, pendidikan, dan kebijakan perikanan di Indonesia dan wilayah pesisir lainnya.
References
Galappaththi, E. K., Ford, J. D., & Bennett, E. M. (2020). Climate change and adaptation to social-ecological change: the case of indigenous people and culture-based fisheries in Sri Lanka. Climatic Change, 162(2), 279–300. https://doi.org/10.1007/s10584-020-02716-3
Hamzah, A. (2009). Respons Komunitas Nelayan Terhadap Modernisasi Perikanan: Studi Kasus Nelayan Suku Bajo Di Desa Lagasa Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal AGRISEP, 8(2), 1–11. https://doi.org/10.31186/jagrisep.8.2.1-11
Jakub, R., Adrianto, L., Susanto, H. A., & Campbell, S. J. (2024). Kerentanan Sosial-Ekologi Masyarakat Perikanan Skala Kecil Di Selat Buton, Sulawesi Tenggara. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 30(2), 53. https://doi.org/10.15578/jppi.30.2.2024.53-64
Mongabay. (2014). Kearifan Suku Bajo Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut. Mongabay. https://mongabay.co.id/2014/01/26/kearifan-suku-bajo-menjaga-kelestarian-pesisir-dan-laut/
Murdiati, E. (2015). Pengetahuan Ekologi Lokal. Wardah, 16(2), 155–165.
Rosalina, T., & Ekomila, S. (2023). Pengetahuan Lokal Nelayan Tradisional di Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 6, 91–109.
Salam, A., & Syamsuddin. (2022). Kearifan Lokal dari Olele: Tonggak Pemertahanan Budaya Maritim Gorontalo Pasca Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 10(4), 213–219.
Setyobudi, Y. T. (2024). Membangun Kesadaran Perubahan Iklim Berbasis Kearifan Lokal: Sebuah Gagasan Building Climate Change Awareness Based on Local Wisdom: An Idea. Jurnal Semarak Kabumian, 2(1), 18–29.
Syarif, E., Hendra, M, M., & Saputro Alief. (2023). Konservasi Sumber Daya pada Masyarakat Pesisir Berbasis Kearifan Lokal. Civic Education Law and Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi, 1(1), 10–16.
Türkiye, M. İ. (2024). International Symposium on “Sustainable Aquatic Research.” In E. Can & B. Austin (Eds.), Sustainable Aquatic Research (Issue May). Moredun Research University. https://doi.org/10.5281/zenodo.14012316
Ulfa, M. (2018). Persepsi Masyarakat Nelayan dalam Menghadapi Perubahan Iklim (Ditinjau dalam Aspek Sosial Ekonomi. Jurnal Pendidikan Geografi, 23(1), 41–49. https://doi.org/10.17977/um017v23i12018p041
Wibowo, A. (2010). Wibowo, A. dan Satria A. 2015. Strategi Adaptasi Nelayan di Pulau-Pulau Kecil terhadap Dampak Perubahan Iklim (Kasus Desa Pulau Panjang, Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau). Sodality Jurnal Sosiologi P.



